PENYAKIT LUPUS

NAMA KELOMPOK :
1. Abrian Isnan
2. Fanggi Ripangga
3. Adi Saputra

Sabtu, 08 Januari 2011

anatomi pencernaan

PeNceRnaaN maKaNan (sIstEm peRcErNaaN)

Semua makluk hidup memerlukan makanan untuk menghasilkan energi. Makanan yang dimakan kemudian harus dicerna agar dapat diserap oleh tubuh. Proses pengelolahan makann agar makanan dapat diserap tubuh disebut sebagai proses makanan.


sistem pencernaan terdiri dari suatu saluran panjang yaitu saluran cerna dimulai dari mulut smpai anus, dan kelenjar-kelenjar yang berhubungan seperti kelenjar liur, hati dan prancreas yang letaknya diluar saluran akan tetapi menghasilkan sekret yang dicurahkan pada saluran tersebut.


Fungsi dari sistem pencernaan adalah memproses makanan menjadi zat yang mampu diserap dalam peredaran darah. proses pencernaan dalm tubuh manusia ada dua yaitu;

  1. Pencernaan secara mekanis (gerakan), terjadi dimulut. Makanan pada mulanya dijadikan bagian yang kecil dengan cara digunyah kemudian dihaluskan lebih lanjut oleh asam klorida dan enzim-enzim yang lain. Seperti pada pencernaan karbohidrat oleh mulut yangdibantuoleh gigi dan dicampur dengan enzim ptyalin bersama air ludah.
  2. Pencernaan secara kimia yaitu Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan.


Sistem pencernaan makananpada manusia terdiri dari beberapa organ, antara lain adalah ;
  • Mulut. Mulut merupakan rongga pada permulaan saluran cerna terdiri dari Vestibula yang berada diantara bibir dan gusi serta rongga mulut yang merupakan ruangan yang berada dibagian dalam yang dibatasi oleh tulang maksila dan semua gigi. Proses yang pertama kali terjadi di mulut merupakan proses mekanis dan khemis. Proses mekanis yang terjadi adalah penguyahan menggunakan ototmasater, otot temporalis, otot pteregoid lateral dan medial dibantu dengan ludah, gigi dan lidah. Pada cavum oris (rongga mulut) mulai dihaluskan oleh geligi kita dan enzim Ptyaline yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.kelnjar lidah ada 3 yaitu 1). kelenjar parot,is 2). kelenjar submandibularis, dan 3). kelenjar sublingualis. Fungsi kelenjar ludah ialah mengeluarkan saliva yang merupakan cairan pertama yang mencerna makanan. Deras aliran saliva diransang oleh adanya makanan dalam mulut. Saliva merupakan cairan yang bersifat alkali yang mengandung musin dan ptyalin.

  
  • kerongkongan (esofagus). Merupakan tabung berotot yang panjangnya 20-25 cm diatas dimulai dari pharink sampai pintu masuk kardiak lambung di bawah. makanan berjalan dalam esophagus karena kerja paristaltic, lingkaran serabut otot didepan makanan mengendor dan yang dibelakang makanan berkontraksi sehingga makanan dapat terdorong ke bawah. 
  • Lambung (Gaster atau Ventrikel). Lambung merupakan bagian saluran cerna yang memiliki kapasitas mengembang yang paling banyak. Lambung dapat menampung 2-3 liter makanan dan cairan. lambung terletak di tengah epigastrik dan terdiri dari kardia, fundus, corpus dan pylorus. Fungsi lambung adalah menerima makanan dari esofagus, menampungnya dan berperan dalam proses pencernaan karbohidrat, protein dan lemak. kelenjar dalam lapisan mukosa lambung mengeluarkan sekret yaitu cairan pencerna penting yang berupa getah lambung (HCl). getah ini dalah cairan yang tidak berwarna, getah lambung mengandung 0,4% asam klorida yang mengasamkan makanan. enzim yang berada pada getah lambung terdiri dari pepsin, rennin dan lipase.
 
  •  hati. adalah kelenjarterbesar dalam tubuh yang terletak dibagian atas rongga abdomen disebelah kanan dan dibawah diafragma. Fungdihati berkaitan dengan metabolismedan proses detoktifikasi. proses metabolisme yang diperankan oleh hati antara lain sintesis protein,penyimpanan glukosa dalam bentukglikogen serta proses pengolahan fraksi-fraksi lemak.
...........Fungsi hati : 
  1. Tempat pembentukan empedu,
  2. Tempat penyimpanan glikogen
  3. Metabolisme lemak,
  4. Membentuk protein plasma,
  5. Memproses beberapa hormon steroid dan vitamin D,
  6. Detoktifikasi.
  • Empedu. dihasilkan oleh hati,kemudian dibawa ke kantong empedu untukdipekatkan. bilamemakan makanan yang mengandung lemak, empedu akan dikeluarkan untuk membant proses pencernaan lemak.

Selasa, 04 Januari 2011

penyakit lupus

Tubuh memiliki kekebalan untuk    menyerang   penyakit dan menjaga tetap 
  sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan   tubuh justru    menyerang  organ 
  tubuh yang  sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi 
  yang berlebih.
  Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis
  penyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.

  Lupus  dalam bahasa Latin    berarti "anjing hutan". Istilah ini    mulai dikenal 
  sekitar     satu abad lalu. Awalnya,   penderita penyakit ini dikira mempunyai 
  kelainan kulit,   berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .
  Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah 
  berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian  kerap bengkak dan timbul 
  sariawan.    Penyakit   ini tidak hanya     menyerang kulit,    tetapi juga dapat 
  menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

 Gejala-gejala penyakit dikenal    sebagai   Lupus Eritomatosus Sistemik  
  (LES) alias Lupus. Eritomatosus  artinya kemerahan. sedangkan sistemik
  bermakna menyebar luas keberbagai   organ tubuh. Istilahnya disebut   LES
  atau Lupus.  

  Masih awam

  Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di
  Amerika Serikat ditemukan 14,6  sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia 
  bisa   dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.

  Sedangkan    di   RS Ciptomangunkusumo Jakarta,    dari 71 kasus yang 
  ditangani  sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya 
  adalah   laki-laki.
  Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.

  Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.
  Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.
  Namun   begitu, ada juga pria  yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit
  ini   berhubungan dengan hormon estrogen.

  Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek
  kesehatan.    Misalnya hubungan  dengan    kehamilan yang menyebabkan 
  abortus,   gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal  saat lahir.

  Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa 
  memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu 
  hamil atau setelah melahirkan.

  Otoimun  

  Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan  sistem kekebalan
  perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini 
  muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.

  Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber
  penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi
  yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
  Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.
  Kelainan ini disebut autoimunitas .

  Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua 
  cara  yaitu :.
  Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh, 
  seperti   pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. 
  Inilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau 
  anemia.

   Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pemben
  tukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan 
  antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pem
  buluh  darah   kapiler akan menimbulkan peradangan.

  Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang 
  (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks ini tidak dapat 
  dibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil 
  mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.

  Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak 
  organ  tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat 
  sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang 
  fungsi organ  tubuh akan terganggu.

  Umumnya  penderita   Lupus   mengalami gejala seperti.  kulit yang mudah 
  gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan.
  Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang
  berlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan pada  
  masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.

  Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip 
  kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai 
  cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang 
  bersisik.

  Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang 
  dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap  Lupus.
  Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus
  pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah
  meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Senin, 03 Januari 2011

penyakit lupus

Tubuh memiliki kekebalan untuk    menyerang   penyakit dan menjaga tetap 
  sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan   tubuh justru    menyerang  organ 
  tubuh yang  sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi 
  yang berlebih.
  Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis
  penyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.

  Lupus  dalam bahasa Latin    berarti "anjing hutan". Istilah ini    mulai dikenal 
  sekitar     satu abad lalu. Awalnya,   penderita penyakit ini dikira mempunyai 
  kelainan kulit,   berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .
  Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah 
  berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian  kerap bengkak dan timbul 
  sariawan.    Penyakit   ini tidak hanya     menyerang kulit,    tetapi juga dapat 
  menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

 Gejala-gejala penyakit dikenal    sebagai   Lupus Eritomatosus Sistemik  
  (LES) alias Lupus. Eritomatosus  artinya kemerahan. sedangkan sistemik
  bermakna menyebar luas keberbagai   organ tubuh. Istilahnya disebut   LES
  atau Lupus.  

  Masih awam

  Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di
  Amerika Serikat ditemukan 14,6  sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia 
  bisa   dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.

  Sedangkan    di   RS Ciptomangunkusumo Jakarta,    dari 71 kasus yang 
  ditangani  sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya 
  adalah   laki-laki.
  Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.

  Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.
  Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.
  Namun   begitu, ada juga pria  yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit
  ini   berhubungan dengan hormon estrogen.

  Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek
  kesehatan.    Misalnya hubungan  dengan    kehamilan yang menyebabkan 
  abortus,   gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal  saat lahir.

  Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa 
  memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu 
  hamil atau setelah melahirkan.

  Otoimun  

  Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan  sistem kekebalan
  perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini 
  muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.

  Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber
  penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi
  yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
  Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.
  Kelainan ini disebut autoimunitas .

  Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua 
  cara  yaitu :.
  Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh, 
  seperti   pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. 
  Inilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau 
  anemia.

   Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pemben
  tukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan 
  antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pem
  buluh  darah   kapiler akan menimbulkan peradangan.

  Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang 
  (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks ini tidak dapat 
  dibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil 
  mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.

  Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak 
  organ  tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat 
  sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang 
  fungsi organ  tubuh akan terganggu.

  Umumnya  penderita   Lupus   mengalami gejala seperti.  kulit yang mudah 
  gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan.
  Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang
  berlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan pada  
  masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.

  Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip 
  kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai 
  cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang 
  bersisik.

  Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang 
  dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap  Lupus.
  Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus
  pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah
  meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Minggu, 02 Januari 2011

What is HIV?

HIV stands for: Human Immunodeficiency Virus
HIV is a virus. Viruses such as HIV cannot grow or reproduce on their own, they need to infect the cells of a living organism in order to replicate (make new copies of themselves). The human immune system usually finds and kills viruses fairly quickly, but HIV attacks the immune system itself - the very thing that would normally get rid of a virus.
With around 2.6 million people becoming infected with HIV in 2009, there are now an estimated 33.3 million people around the world who are living with HIV, including millions who have developed AIDS.

What is the connection between HIV and AIDS?

HIV causes AIDS by damaging the immune system cells until the immune system can no longer fight off other infections that it would usually be able to prevent.
It takes around ten years on average for someone with HIV to develop AIDS. However, this average is based on the person with HIV having a reasonable diet, and someone who is malnourished may well progress from HIV to AIDS more rapidly.

How is HIV treated?

Antiretroviral drugs keep the levels of HIV in the body at a low level, so that the immune system is able to recover and work effectively. Antiretroviral drugs enable many HIV positive people to live long and healthy lives.
Starting antiretroviral treatment for HIV infection involves commitment - drugs have to be taken every day, and for the rest of a person's life. Adhering to HIV treatment is important, particularly because not doing so increases the risk of drug resistance. Side effects to the HIV drugs can make adherence difficult, and are sometimes very severe. There are ways of reducing the impact of these side effects, but sometimes it is necessary to change to an alternative HIV treatment regime.
There are more than 20 antiretroviral drugs approved for the treatment of HIV infection in the US and Europe, as well as many new HIV drugs currently undergoing trials. Although treatment for HIV has become more widely available in recent years, access to antiretroviral treatment is limited in some parts of the world due to a lack of funding.

How is HIV passed on?

HIV is found in the blood and the sexual fluids of an infected person, and in the breast milk of an infected woman. HIV transmission occurs when a sufficient quantity of these fluids get into someone else's bloodstream.
There are various ways a person can become infected with HIV:
  • Unprotected sexual intercourse with an infected person: Sexual intercourse without a condom carries the risk of HIV infection.
  • Contact with an infected person's blood: If sufficient blood from somebody who has HIV enters someone else's body, then HIV can be passed on in the blood.
  • Use of infected blood products: Many people in the past have been infected with HIV by the use of blood transfusions and blood products which were contaminated with the virus. In much of the world this is no longer a significant risk, as blood donations are routinely tested for HIV.
  • Injecting drugs: HIV can be passed on when injecting equipment that has been used by an infected person is then used by someone else. In many parts of the world, often because it is illegal to possess them, injecting equipment or works are shared.
  • From mother to child: HIV can be transmitted from an infected woman to her baby during pregnancy, delivery and breastfeeding.
Certain groups of people, such as injecting drug users, sex workers, prisoners, and men who have sex with men have been particularly affected by HIV. However, HIV can infect anybody, and everyone needs to know how they can and can't become infected with HIV.

Does HIV have symptoms?

Some people experience a flu-like illness, develop a rash, or get swollen glands for a brief period soon after they become infected with HIV. However, these are also common symptoms of other less serious illnesses, and do not necessarily mean that a person has HIV.
Often people who are infected with HIV don't have any symptoms at all. It is important to remember that a person who has HIV can pass on the virus immediately after becoming infected, even if they feel healthy. It's not possible to tell just by looking if someone has been infected with HIV.
The only way to know for certain if someone is infected with HIV is for them to be tested.

Testing for HIV

It is important for a person to get an HIV test if they think they may have been at risk of HIV infection.
There are various types of HIV test, but the most commonly used - the antibody or ELISA test - detects HIV antibodies in a person's blood. It is necessary to wait at least 3 months after the last possible exposure before having an HIV antibody test, to be certain of an accurate result.
The prospect of receiving a positive test result (meaning that a person is infected with HIV) may be daunting, but learning that you are HIV positive is the first step to getting support and staying healthy. HIV testing is also very important for stopping the spread of HIV, as somebody who is aware of their HIV status can take steps to ensure they do not pass on the virus.

How can HIV be prevented?

Despite considerable investment and research, there is currently no vaccine for HIV, and microbicides (designed to prevent HIV being passed on during sex) are still undergoing trials. However, there are other ways that people can protect themselves from HIV infection, which are the basis of HIV prevention efforts around the world.
Education about HIV and how it is spread is an essential part of HIV prevention. HIV education needs to be culturally appropriate and can take place in various settings, for example lessons at school, media campaigns, or peer education.

Preventing sexual transmission of HIV

If a person has sexual intercourse with someone who has HIV they can become infected. ‘Safer sex’ refers to things that a person can do to minimise their risk of HIV infection during sexual intercourse; most importantly, using condoms consistently and correctly.
A person can be certain that they are protected against HIV infection by choosing not to have sex at all, or by only doing things that do not involve any blood or sexual fluid from one person getting into another person's body. This kind of sexual activity is the only thing that can be considered ‘safe sex’.
Effective sex education is important for providing young people with the knowledge and skills to protect themselves from sexual transmission of HIV. Comprehensive sex education should develop skills and attitudes that encourage healthy sexual relationships, as well as provide detailed information about how to practise ‘safer sex’.

Preventing transmission of HIV through blood

A person can protect him or herself against HIV infection by ensuring that HIV infected blood does not enter their body.
Injecting drug users who share injecting equipment or works are at risk of HIV infection. Needle exchange programmes can help to prevent HIV transmission among drug users by providing clean needles and disposing of used ones.
Health care workers can be exposed to HIV infected blood while at work. The most effective way to limit their risk of HIV infection is to use universal precautions with every patient, for example washing hands and wearing protective barriers (gloves, aprons, goggles). In the event that a healthcare worker is exposed to potentially HIV infected blood at work, PEP (post exposure prophylaxis) is recommended as an HIV prevention measure.

Preventing mother to child transmission of HIV

Mother-to-child transmission of HIV can be prevented by using antiretroviral drugs, which reduce the chances of a child becoming infected with HIV from around 25% to less than 2%. Once a child is born, safer infant feeding practices can also greatly reduce the risk of HIV being passed on from mother to child.
For these precautions to be taken, an HIV positive mother must firstly be aware of her status. This is why HIV testing in pregnancy is a crucial prevention measure.

The full story of HIV and AIDS

HIV is only half the story...
What happens when HIV develops into AIDS? Why are approximately 1.8 million people dying from AIDS each year? What are the effects of the global AIDS epidemic?
Learn about AIDS and get the full story.
Avert.org has hundreds of informative pages about HIV and AIDS, as well as lots of interesting photos and videos, personal stories from people affected by HIV and AIDS, and an AIDS game and quizzes to test your knowledge.